the last posting 3( - 23 agustus)

Halaman 1 dari 2 1, 2  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

the last posting 3( - 23 agustus)

Post by Yorsi Nuzulia on Wed Aug 19, 2009 6:50 am

hai semua.. ini posting terakhir lo!! jadi semangat yag!!!. pertanyaannya adalah:
1. apa perbedaan dari pendekaan keruangan dan kewilayahan
2. menurut kalian, apakah fungsi dari pendekatan kelingkungan itu. coba beri contoh aplikasinya untuk menanggapi fenomena- fenomena geosfer yang ada...

jawaban sendiri ya!!! smangat!

Yorsi Nuzulia
Admin

Jumlah posting : 39
Join date : 21.07.09
Age : 27
Lokasi : yogyakarta

Lihat profil user http://learnsgeography.forumotion.net

Kembali Ke Atas Go down

Geographical approach

Post by XA Kunthi Hestiwiningsih on Fri Aug 21, 2009 4:26 pm

1. room approach is one of geographical approach. room approach is geography analicises to existance room that the function is to tell human activities. meanwhile, region approach is group interaction between human and region near of the human activities.


2. the function of "lingkungan ( in Indonesia is)" approach is :
keterkaitan antara unsur-unsur yang berada pada lingkungan tertentu. hubungan tersebut dapat terjadi antar makhluk hidup atw antara makhluk hidup dengan alamnya. pendekatan ini disebut juga "EKOLOGICAL APPROACH" dimana unsur-unsurnya (biotic and abiotic)
saling berinteraksi membentuk satu-kesatuan yang disebut ekosistem. dalam satu ekosistem, proses interaksi antar unsur dapat berubah mengikuti keadaan ruang waktu karena itu setiap ekosistem pasti berbeda dengan ekosistem lainnya karena ruang dan waktunya pun berbeda. permasalahan yang timbul dari lingkungan fisik akan menimbulkan pola baru antara interaksi manusia dengan alam.
example : keterkaitan petani dengan lahannya yang berada di daerah miring akan melakukan pertanian dengan siste terasering.

thx for the attention and sorry i cann't use english.......
i believe that my value is good......
ya Allah semoga ngga' remidi
amien........!!!

XA Kunthi Hestiwiningsih

Jumlah posting : 4
Join date : 03.08.09

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

my last posting

Post by chalis kurniawati on Sat Aug 22, 2009 10:35 am

cat before i finish my posting assignment....
i just say : cheers happy fasting Ms.Yorsi.... Very Happy
Razz forgive all my mistake... queen Like a Star @ heaven Embarassed

What a Face i hope my last posting is better than before.... albino

king lol!
1.perbedaan dari pendekatan keruangan dan kewilayahan :
study Pendekatan Keruangan
Pendekatan keruangan merupakan suatu cara pandang atau kerangka analisis yang menekankan eksistensi ruang sebagai penekanan. Eksisitensi ruang dalam perspektif geografi dapat dipandang dari struktur (spatial structure), pola (spatial pattern), dan proses (spatial processess) (Yunus, 1997).
Dalam konteks fenomena keruangan terdapat perbedaan kenampakan strutkur, pola dan proses. Struktur keruangan berkenaan dengan dengan elemen-elemen penbentuk ruang. Elemen-elemen tersebut dapat disimbulkan dalam tiga bentuk utama, yaitu: (1) kenampakan titik (point features), (2) kenampakan garis (line features), dan (3) kenampakan bidang (areal features).
Kerangka kerja analisis pendekatan keruangan bertitik tolak pada permasalahan susunan elemen-elemen pembentuk ruang. Dalam analisis itu dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut.
1. What? Struktur ruang apa itu?
2. Where? Dimana struktur ruang tersebut berada?
3. When? Kapan struktur ruang tersebut terbentuk seperti itu?
4. Why? Mengapa struktur ruang terbentuk seperti itu?
5. How? Bagaimana proses terbentukknya struktur seperti itu?
6. Who suffers what dan who benefits what? Bagaimana struktur
Keruangan tersebut digunakan sedemikian rupa untuk kepentingan manusia.
Dampak positif dan negatif dari keberadaan ruang seperti itu selalu dikaitkan dengan kepentingan manusia pada saat ini dan akan datang.


study pendekatan kewilayahan
. Pendekatan Kewilayahan
dalam pendekatan kewilayahan, yang dikaji tentang penyebaran fenomena, gaya dan masalah dalam keruangan, interaksi antara variabel manusia dan variabel fisik lingkungannya yang saling terkait dan mempengaruhi satu sama lainnya.
pendekatan ini merupakan pendekatan keruangan dan lingkungan, maka kajiannya adalah perpaduan antara keduanya.

Basketball jadi, kesimpulannya perbedaan dari pendekatan keruangan dan kewilayahan adalah
geek pendekatan keruangan mempelajari suatu wilayah antara lain dari segi nilai suatu tempat dari berbagai kepentingan . sedangkan pendekatan kewilayahan mempelajari kesamaan dan perbedaan wilayah dan wilayah dengan ciri-ciri khas. contohnya: kawasan gurun yaitu daerah yang mempunyai ciri-ciri serupa sebagai gurun. rendeer

Sleep no.2
drunken apa fungsi dari pendekatan kelingkungan .....??? confused

cherry affraid Smile
pengertian pendekatan kelingkungan..... sunny
Pendekatan ekologi/lingkungan merupakan pendekatan berdasarkan interaksi yang terjadi pada lingkungan.Pendekatan ekologi dalam geografi berkenaan dengan hubungan kehidupan manusia dengan lingkungan fisiknya.Interaksi tersebut membentuk sistem keruangan yang dikenal dengan Ekosistem.Salah satu teori dalam pendekatan atau analisi ekologi adalah teori tentang lingkungan.Geografi berkenaan dengan interelasi antara kehidupan manusia dan faktor fisik yang membentuk sistem keruangan yang menghubungkan suatu region dengan region lainnya.Adapun ekologi, khususnya ekologi manusia berkenaan dengan interelasi antara manusia dan lingkungan yang membentuk sistem ekologi atau ekosistem.
Dalam analisis ekologi, kita mencoba menelaah interaksi antara manusia dengan ketiga lingkungan tersebut pada suatu wilayah atau ruang tertentu.Dalam geografi lingkungan, pendekatan kelingkungan memiliki peranan penting untuk memahami fenomena geofer.
Dalam pendekatan ini penekanannya bukan lagi pada eksistensi ruang, namun pada keterkaitan antara fenomena geosfer tertentu dengan varaibel lingkungan yang ada. Dalam pendekatan kelingkungan, kerangka analisisnya tidak mengkaitkan hubungan antara makluk hidup dengan lingkungan alam saja, tetapi harus pula dikaitkan dengan:
(1) fenomena yang didalamnya terliput fenomena alam beserta relik fisik tindakan manusia.
(2) perilaku manusia yang meliputi perkembangan ide-ide dan nilai-nilai geografis serta kesadaran akan lingkungan.
Dalam sistematika Kirk ditunjukkan ruang lingkup lingkungan geografi sebagai berikut. Lingkungan geografi memiliki dua aspek, yaitu lingkungan perilaku (behavior environment) dan lingkungan fenomena (phenomena environment). Lingkungan perilaku mencakup dua aspek, yaitu pengembangan nilai dan gagasan, dan kesadaran lingkungan. Ada dua aspek penting dalam pengembangan nilai dan gagasan geografi, yaitu lingkungan budaya gagasan-gagasan geografi, dan proses sosial ekonomi dan perubahan nilai-nilai lingkungan. Dalam kesadaran lingkungan yang penting adalah perubahan pengetahuan lingkungan alam manusianya.

Lingkungan fenomena mencakup dua aspek, yaitu relik fisik tindakan manusia dan fenomena alam. Relic fisik tindakan manusia mencakup penempatan urutan lingkungan dan manusia sebagai agen perubahan lingkungan. Fenomena lingkungan mencakup produk dan proses organik termasuk penduduk dan produk dan proses anorganik.
Studi mandalam mengenai interelasi antara fenomena-fenomena geosfer tertentu pada wilayah formal dengan variabel kelingkungan inilah yang kemudian diangap sebagai ciri khas pada pendekatan kelingkungan.
scratch jadi,menurut saya fungsi pendekatan kelingkungan yaitu
jocolor digunakan untuk menganalisis fenomena-fenomena yang terjadi,seperti bencana alam : banjir , tanah longsor dll.
selain itu, juga berfungsi untuk memahami fenomena geosfer.
queen fenomena geosfer yaitu litosfer,atmosfer,biosfer(tempat mahluk hidup,alamiah),antrosfer,hidrosfer(air)
flower contohnya adalah
terjadinya bencana alam , banjir dan tanah longsor di Jawa Barat.Untuk mempelajari banjir dengan pendekatan kelingkungan dapat diawali dengan tindakan sebagai berikut. (1) mengidentifikasi kondisi fisik di lokasi tempat terjadinya banjir dan tanah longsor. Dalam identifikasi itu juga perlu dilakukan secara mendalam, termasuk mengidentifikasi jenis tanah, tropografi, tumbuhan, dan hewan yang hidup di lokasi itu.
(2) mengidentifikasi gagasan, sikap dan perilaku masyarakat setempat dalam mengelola alam di lokasi tersebut.
(3) mengidentifikasi sistem budidaya yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan hidup (cara bertanam, irigasi, dan sebagainya).
(4) menganalisis hubungan antara sistem budidaya dengan hasil dan dampak yang ditimbulkan.
(5) mencari alternatif pemecahan atas permasalahan yang terjadi

finally, i can finish my posting assignment ..... Very Happy cheers geek drunken farao alien cat Arrow Idea
i think that's all,,,,thanks... afro
affraid posting is my favorite assignment........he..he.. Laughing
king posting by: chalis kurniawati (XA/12) queen
good bye ms.Yorsie geek lol! lol!

chalis kurniawati

Jumlah posting : 3
Join date : 31.07.09

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: the last posting 3( - 23 agustus)

Post by XA TEUKU BILAL RIZKY on Sat Aug 22, 2009 12:16 pm

1.Pendekatan keruangan merupakan suatu cara pandang atau kerangka analisis yang menekankan eksistensi ruang sebagai penekanan.
Sedangkan pendekatan kewilayahan mencakup semua pendekatan,dalam kata lain lebih luas pengertiannya.

2.to make an analize plan that there is nature's phenomenon.

XA TEUKU BILAL RIZKY

Jumlah posting : 3
Join date : 30.07.09

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Jawaban'ne mnurut'q niki :

Post by xA Ananda Bahari A on Sat Aug 22, 2009 12:44 pm

>keruangan approach : This approach use to know spread in the employing room and how to fixing room will
engineering aboard examine fenomena geography can use three subtopic from keruangan approach,they are:
->topic approach,
->activity approach,
->regional approach,


>kewilayahan approach is combine between keruangan and kelingkungan approach.example : aboard territorial have charateristic territorial exclusive canbe different each other
(areal differentation),accordingly must be look,how spread(analisis keruangan)and how interaction between human with natural areal.



>function kelingkungan approach : relations between human and nature,

farmer using terasering in the field,in order that his field not slide at the moment rain season.



Laughing Laughing

xA Ananda Bahari A

Jumlah posting : 3
Join date : 31.07.09

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

the last posting

Post by XA AMELIA KARINA JAFAR on Sat Aug 22, 2009 1:42 pm

sunny Perbedaan Pendekatan Keruangan dan Kewilayahan adalah ....

Like a Star @ heaven Pendekatan Keruangan :
Pendekatan keruangan merupakan ciri khas geografi dan yang membedakan ilmu geografi dengan ilmu yang lain.
Analisis dalam sudut pandang keruangan dapat ditinjau dari 3 aspek, yaitu pendekatan topik, pendekatan aktifitas manusia, dan pendekatan regional.

Like a Star @ heaven Pendekatan Kewilayahan :
Pendekatan kewilayahan menekankan adanya hubungan antara wilayah merupakan wujud dari perbedaan wujud dari perbedaan wilayah. Sebagai contoh, perdagangan timbul disebabkan perbedaan komoditas dan kebutuhan antar wilayah.

kesimpulannya perbedaan dari pendekatan keruangan dan kewilayahan adalah Pendekatan Keruangan mempelajari 3 aspek yaitu pendekatan topik, pendekatan aktifitas manusia, dan pendekatan regional.. sedangkan Pendekatan kewilayahan menekankan adanya hubungan antara wilayah.


sunny Fungsi Pendekatan Kelingkungan adalah..
agar kita lebih dekat kepada suatu lingkungan di sekitar kita, maka dari itu kita melakukan pendekatan kelingkungan..

Like a Star @ heaven contohnya :
misalnya, terjadi banjir dan tanah longsor di suatu daerah.. Untuk mempelajari banjir dengan pendekatan kelingkungan dapat diawali dengan tindakan sebagai berikut..
(1) mengidentifikasi kondisi fisik di lokasi tempat terjadinya banjir dan tanah longsor. Dalam identifikasi itu juga perlu dilakukan secara mendalam, termasuk mengidentifikasi jenis tanah, tumbuhan, dan hewan yang hidup di lokasi itu.
(2) mengidentifikasi sikap dan perilaku masyarakat setempat dalam mengelola alam di lokasi tersebut.
(3) mengidentifikasi sistem budidaya yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan hidup (cara bertanam, irigasi, dan sebagainya).
(4) menganalisis hubungan antara sistem budidaya dengan hasil dan dampak yang ditimbulkan.
(5) mencari alternatif pemecahan atas permasalahan yang terjadi.
Dalam geografi lingkungan, pendekatan kelingungan mendapat peran yang penting untuk memahami fenomena geosfer. Dengan pendekatan itu fenomena geosfer dapat dipahami secara holistik sehingga pemecahan terhadap masalah yang timbul juga dapat dikonsepsikan secara baik.

that's all from me Smile
thanks..

XA AMELIA KARINA JAFAR

Jumlah posting : 3
Join date : 01.08.09

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

ALFIN ANSWER THIS QUESTION

Post by ALFIN LINGGA ARDINI on Sat Aug 22, 2009 2:02 pm

Yorsi Nuzulia wrote:hai semua.. ini posting terakhir lo!! jadi semangat yag!!!. pertanyaannya adalah:
1. apa perbedaan dari pendekaan keruangan dan kewilayahan
2. menurut kalian, apakah fungsi dari pendekatan kelingkungan itu. coba beri contoh aplikasinya untuk menanggapi fenomena- fenomena geosfer yang ada...

jawaban sendiri ya!!! smangat!

ANSWERS:
1. The different is
Pendekatan keruangan merupakan suatu cara pandang atau kerangka analisis yang menekankan eksistensi ruang sebagai penekanan. Eksisitensi ruang dalam perspektif geografi dapat dipandang dari struktur (spatial structure), pola (spatial pattern), dan proses (spatial processess) (Yunus, 1997).
Dalam konteks fenomena keruangan terdapat perbedaan kenampakan strutkur, pola dan proses. Struktur keruangan berkenaan dengan dengan elemen-elemen penbentuk ruang. Elemen-elemen tersebut dapat disimbulkan dalam tiga bentuk utama, yaitu: (1) kenampakan titik (point features), (2) kenampakan garis (line features), dan (3) kenampakan bidang (areal features).
Kerangka kerja analisis pendekatan keruangan bertitik tolak pada permasalahan susunan elemen-elemen pembentuk ruang. Dalam analisis itu dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut.
1. What? Struktur ruang apa itu?
2. Where? Dimana struktur ruang tesebut berada?
3. When? Kapan struktur ruang tersebut terbentuk sperti itu?
4. Why? Mengapa struktur ruang terbentuk seperti itu?
5. How? Bagaimana proses terbentukknya struktur seperti itu?
6. Who suffers what dan who benefits whats? Bagaimana struktur
Keruangan tersebut didayagunakan sedemikian rupa untuk kepentingan manusia. Dampak positif dan negatif dari keberadaan ruang seperti itu selalu dikaitkan dengan kepentingan manusia pada saat ini dan akan datang.
Pola keruangan berkenaan dengan distribusi elemen-elemen pembentuk ruang. Fenomena titik, garis, dan areal memiliki kedudukan sendiri-sendiri, baik secara implisit maupun eksplisit dalam hal agihan keruangan (Coffey, 1989). Beberapa contoh seperti cluster pattern, random pattern, regular pattern, dan cluster linier pattern untuk kenampakan-kenampakan titik dapat diidentifikasi (Whynne-Hammond, 1985; Yunus, 1989).
Agihan kenampakan areal (bidang) dapat berupa kenampakan yang memanjang (linier/axial/ribon); kenampakan seperti kipas (fan-shape pattern), kenampakan membulat (rounded pattern), empat persegi panjang (rectangular pattern), kenampakan gurita (octopus shape pattern), kenampakan bintang (star shape pattern), dan beberapa gabungan dari beberapa yang ada. Keenam bentuk pertanyaan geografi dimuka selalu disertakan dalam setiap analisisnya.
Proses keruangan berkenaan dengan perubahan elemen-elemen pembentuk ruang dana ruang. Oleh karena itu analisis perubahan keruangan selalu terkait dengan dengan dimensi kewaktuan (temporal dimension). Dalam hal ini minimal harus ada dua titik waktu yang digunakan sebagai dasar analisis terhadap fenomena yang dipelajari.
Kerangka analisis pendekatan keruangan dapat dicontohkan sebagai berikut.
“....belakangan sering dijumpai banjir dan tanah longsor. Bencana itu terjadi di kawasan hulu sungai Konto Pujon Malang. Bagaimana memecahkan permasalahan tersebut dengan menggunakan pendekatan keruangan?
Untuk itu diperlukan kerangka kerja studi secara mendalam tentang kondisi alam dan masyarakat di wilayah hulu sungai Konto tersebut. Pada tahap pertama perlu dilihat struktur, pola, dan proses keruangan kawasan hulu sungai Konto tersebut. Pada tahap ini dapat diidentifikasi fenomena/obyek-obyek yang terdapat di kawasan hulu sungai Konto. Setelah itu, pada tahap kedua dapat dilakukan zonasi wilayah berdasarkan kerakteristik kelerengannya. Zonasi itu akan menghasilkan zona-zona berdasarkan kemiringannya, misalnya curam, agak curam, agak landai, landai, dan datar. Berikut pada tahap ketiga ditentukan pemanfaatan zona tersebut untuk keperluan yang tepat. Zona mana yang digunakan untuk konservasi, penyangga, dan budidaya. Dengan demikian tidak terjadi kesalahan dalam pemanfaatan ruang tersebut. Erosi dan tanah langsung dapat dicegah, dan bersamaan dengan itu dapat melakukan budidaya tanaman pertanian pada zona yang sesuai.
Studi fisik demikian saja masih belum cukup. Karakteristik penduduk di wilayah hulu sungai Konto itu juga perlu dipelajari. Misalnya jenis mata pencahariannya, tingkat pendidikannya, ketrampilan yang dimiliki, dan kebiasaan-kebiasaan mereka. Informasi itu dapat digunakan untuk pengembangan kawasan yang terbaik yang berbasis masyarakat setempat. Jenis tanaman apa yang perlu ditanam, bagaimana cara penanamannya, pemeliharaannya, dan pemanfaatannya. Dengan pendekatan itu terlihat interelasi, interaksi, dan intergrasi antara kondisi alam dan manusia di situ untuk memecahkan permasalahan banjir dan tanah longsor.

b. Pendekatan Kelingkungan (Ecological Approach).

Dalam pendekatan ini penekanannya bukan lagi pada eksistensi ruang, namun pada keterkaitan antara fenomena geosfera tertentu dengan varaibel lingkungan yang ada. Dalam pendekatan kelingkungan, kerangka analisisnya tidak mengkaitkan hubungan antara makluk hidup dengan lingkungan alam saja, tetapi harus pula dikaitkan dengan (1) fenomena yang didalamnya terliput fenomena alam beserta relik fisik tindakan manusia. (2) perilaku manusia yang meliputi perkembangan ide-ide dan nilai-nilai geografis serta kesadaran akan lingkungan.
Dalam sistematika Kirk ditunjukkan ruang lingkup lingkungan geografi sebagai berikut. Lingkungan geografi memiliki dua aspek, yaitu lingkungan perilaku (behavior environment) dan lingkungan fenomena (phenomena environment). Lingkungan perilaku mencakup dua aspek, yaitu pengembangan nilai dan gagasan, dan kesadaran lingkungan. Ada dua aspek penting dalam pengembangan nilai dan gagasan geografi, yaitu lingkungan budaya gagasan-gagasan geografi, dan proses sosial ekonomi dan perubahan nilai-nilai lingkungan. Dalam kesadaran lingkungan yang penting adalah perubahan pengetahuan lingkungan alam manusianya.
Lingkungan fenomena mencakup dua aspek, yaitu relik fisik tindakan manusia dan fenomena alam. Relic fisik tindakan manusia mencakup penempatan urutan lingkungan dan manusia sebagai agen perubahan lingkungan. Fenomena lingkungan mencakup produk dan proses organik termasuk penduduk dan produk dan proses anorganik.
Studi mandalam mengenai interelasi antara fenomena-fenomena geosfer tertentu pada wilayah formal dengan variabel kelingkungan inilah yang kemudian diangap sebagai ciri khas pada pendekatan kelingkungan. Keenam pertanyaan geografi tersebut selalu menyertai setiap bentuk analisis geografi. Sistematika tersebut dapat digambarkan sebagai berikut.
Kerangka umum analisis pendekatan kelingkungan dapat dicontohkan sebagai berikut.
Masalah yang terjadi adalah banjir dan tanah longsor di Ngroto Pujon Malang. Untuk mempelajari banjir dengan pendekatan kelingkungan dapat diawali dengan tindakan sebagai berikut. (1) mengidentifikasi kondisi fisik di lokasi tempat terjadinya banjir dan tanah longsor. Dalam identifikasi itu juga perlu dilakukan secara mendalam, termasuk mengidentifikasi jenis tanah, tropografi, tumbuhan, dan hewan yang hidup di lokasi itu. (2) mengidentifikasi gagasan, sikap dan perilaku masyarakat setempat dalam mengelola alam di lokasi tersebut. (3) mengidentifikasi sistem budidaya yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan hidup (cara bertanam, irigasi, dan sebagainya). (4) menganalisis hubungan antara sistem budidaya dengan hasil dan dampak yang ditimbulkan. (5) mencari alternatif pemecahan atas permasalahan yang terjadi.
Dalam geografi lingkungan, pendekatan kelingungan mendapat peran yang penting untuk memahami fenomena geosfer. Dengan pendekatan itu fenomena geosfer dapat dipahami secara holistik sehingga pemecahan terhadap masalah yang timbul juga dapat dikonsepsikan secara baik.

c. Pendekatan Kompleks Wilayah

Permasalahan yang terjadi di suatu wilayah tidak hanya melibatkan elemen di wilayah itu. Permasalahan itu terkait dengan elemen di wilayah lain, sehingga keterkaitan antar wilayah tidak dapat dihindarkan. Selain itu, setiap masalah tidak disebabkan oleh faktor tunggal. Faktor determinannya bersifat kompleks. Oleh karena itu ada kebutuhan memberikan analisis yang kompleks itu untuk memecahkan permasalahan secara lebih luas dan kompleks pula.
Untuk menghadapi permasalahan seperti itu, salah satu alternatif dengan menggunakan pendekatan kompleks wilayah. Pendekatan itu merupakan kombinasi antara pendekatan yang pertama dan pendekatan yang kedua. Oleh karena sorotan wilayahnya sebagai obyek bersifat multivariate, maka kajian bersifat hirisontal dan vertikal. Kajian horisontal merupakan analisis yang menekankan pada keruangan, sedangkan kajian yang bersifat vertikal menekankan pada aspek kelingkungan. Adanya perbedaan antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain telah menciptakan hubungan fungsional antara unit-unit wilayah sehingga tercipta suatu wilayah, sistem yang kompleks sifatnya dan pengkajiannya membutuhkan pendekatan yang multivariate juga.
Kerangka umum analisis pendekatan kompleks wilayah dapat dicontohkan sebagai berikut.
Permasalahan yang dihadapi adalah bagaimana memecahkan masalah urbanisasi. Masalah itu merupakan masalah yang kompleks, melibatkan dua wilayah, yaitu wilayah desa dan kota. Untuk memecahkan masalah itu dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut.
1. menerapkan pendekatan keruangan, seperti dicontohkan pada pendekatan pertama
2. menerapkan pendekatan kelingkungan, sebagaimana dicontohkan pada pendekatan kedua
3. menganalisis keterkaitan antara faktor-faktor di wilayah desa dengan di kota
Arti Penting Pendekatan dalam Paradigma Geografi
Dalam menghampiri, menganalisis gejala dan permasalahan suatu ilmu (sains), maka diperlukan suatu metode pendekatan (approach method). Metode pendekatan inilah yang digunakan untuk membedakan kajian geografi dengan ilmu lainnya, meskipun obyek kajiannya sama. Metode pendekatan ini terbagi 3 macam bentuk pendekatan antara lain: pendekatan keruangan, pendekatan ekologi/kelingkungan dan pendekatan kewilayahan.
1. Keruangan, analisis yang perlu diperhatikan adalah penyebaran, penggunaan ruang dan perencanaan ruang. Dalam analisis peruangan dikumpulkan data ruang disuatu tempat atau wilayah yang terdiri dari data titik (point), data bidang (areal) dan data garis (line) meliputi jalan dan sungai.
2. Kelingkungan, yaitu menerapkan konsep ekosistem dalam mengkaji suatu permasalahan geografi, fenomena, gaya dan masalah mempunyai keterkaitan aspek fisik dengan aspek manusia dalam suatu ruang.
3. Kewilayahan, yang dikaji yaitu tentang penyebaran fenomena, gaya dan masalah dalam ruangan, interaksi antar/variabel manusia dan variabel fisik lingkungannya yang saling terkait dan mempengaruhi satu sama lainnya. Karena pendekatan kewilayahan merupakan perpaduan antara pendekatan keruangan dan kelingkungan, maka kajiannya adalah perpaduan antara keduanya.
Pendekatan keruangan, pendekatan kelingkungan dan pendekatan kewilayahan dalam kerjanya merupakan satu kesatuan yang utuh. Pendekatan yang terpadu inilah yang disebut pendekatan geografi. Jadi fenomena, gejala dan masalah ditinjau penyebaran keruangannya, keterkaitan antara berbagai unit ekosistem dalam ruang. Penerapan pendekatan geografi terhadap gejala dan permasalahan dapat menghasilkan berbagai alternatif-alternatif pemecahan.
***so,,the different is.......
pendekatan keruangan dan kewilayahan adl kalau pendekatan keruangan itu berdasarkan structure,pattern and process,,next pendekatan kewilayahan berdasarkan fenomena geosfer,,like litosfer(pelindung bagian dalam),atmosfer(pelindung bumi),biosfer(makhluk hidup),antroposfer(human and culture),and also hidrosfer(water).
**function ecological approacgh are:
1.can identification fisicly condition nature
2.can identification human,behavior,etc
3.can identification about geosfer fenomena.
Laughing Laughing
okay miss,,this is my opinion, i'm sorry about my words that's so bad!!!!!!!!
i wish get a good mark!! Embarassed Embarassed

ALFIN LINGGA ARDINI

Jumlah posting : 3
Join date : 31.07.09

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Mbak punya aqq yang dipake yang inie ajj

Post by XA Kunthi Hestiwiningsih on Sat Aug 22, 2009 2:12 pm

1.

the different of space approach and teritorial approach is

space approach is analis method that analis emphasize to space existence and the function is to accomodation human activities. in the space approach the interest analis is spread, space function and space plan. in space analis, group of space data in some place or region consist of data point, areal, and line data that of river and street.

teritorial approach is phenomena spread, force and the problem in space, interaction between / human variabel and space physical that connected with and other one. because teritorial approach is relation between space approach and ekological approach.




2.

EKOLOGICAL APPROACH
in this approach, the important not only to space existence but connected between geosphera phenomena and space variable. the element of ekological approach is connnected be come ekosistem. in one ekosistem, interaction procces between the elements can change follow with condition time and space because it, ekosistem surely different with other ekosistem because the time and space are different too. dynamics that appear from physical ekologi (for example : earth quake) will be new design between human and the nature. at last, the function of ekologikal approach is to tell geospher phenomena

example :
connected between farmer and the land's farmer that aviable in resamble region will beharviourthe land's farmer with "terasering" system to avoid from flood high tide and land that slide off






thx and sorry for my mistake....


Terakhir diubah oleh XA Kunthi Hestiwiningsih tanggal Sat Aug 22, 2009 2:21 pm, total 1 kali diubah

XA Kunthi Hestiwiningsih

Jumlah posting : 4
Join date : 03.08.09

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: the last posting 3( - 23 agustus)

Post by XA Gita Puspitasari on Sat Aug 22, 2009 2:13 pm

1. perbedaan pendekatan keruangan dan kewilayahan adalah :
Pendekatan keruangan merupakan suatu cara pandang atau kerangka analisis yang menekankan eksistensi ruang sebagai penekanan.
Pendekatan kelingkungan, pendekatan ini merupakan gabungan antara pendekatan keruangan dan lingkungan, maka kajiannya adalah perpaduan antara keduanya.

2.Fungsi pendekatan lingkungan adalah: pendekatan lingkungan berperan penting untuk memahami fenomena geosfer, untuk dapat mempelajari hubungan makhluk hidup dengan alamnya.
Contoh aplikasinya adalah penumpukan sampah dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Menimbulkan efek rumah kaca karena penumpukan sampah tanpa diolah akan melepaskan gas metana (CH4).

happy fasting .. Laughing

XA Gita Puspitasari

Jumlah posting : 3
Join date : 02.08.09

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

TUGAS TERAKHIRRRRRRRRRRRRR

Post by XA Ade Putri Rahmawati on Sat Aug 22, 2009 2:22 pm

1. Perbedaan pendekatan keruangan dan kewilayahan adalah :
Pendekatan keruangan mencoba mengkaji adanya perbedaan satu tempat melalui penggambaran letak distribusi, relasi, dan interelasinya
Pendekatan kewilayahan adalah gabungan antara pendekatan keruangan dan kelingkungan. Maksudnya, pengkajian adanya tempat melalui penggambaran letak distribusi, relasi, dan interelasinya serta gabungan dengan pendekatan yang berdasarkan interaksi organisme dan lingkungannya.

In english
1. The difference between spatial approach and regional approach, is :
The spatial approach try to explicit difference a place from description of distribution location, relation, and interelation.
And the regional approach is combination between spatial approach and ecological approach. Its mean the the explicit a place from description of distribution location, relation, and interelation and the fusion with approach based on interaction organism and the area



2.Fungsi dari pendekatan lingkungan dan contoh aplikasinya untuk menanggapi fenomena geosfer yang ada adalah
menganalisis fenomena alam yang terjadi dan ada hubungannya dengan manusia
contohnya : GLOBAL WARMING adalah tragedi,dan lebih dari 50% adalah ulah manusia. Untuk menganalisis hal itu lebih baik menggunakan pendekatan kelingkungan, dan yang terakhir dapat mencoba mencari cara mengatasi masalah ini.

In english
2. The fungtion of ecological approach and the example application for respect geosfer fenomena is : to analist the nature fenomena and the relation with human.
Example : GLOBAL WARMING is the tragedy,and more than 50% is the human mistake. For analize that, we must use ecological approach, and the end, we search the method to over come the problem like that...................

i'm so sorry, i can't speak english better, but i need good value
thankssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssss
I love you I love you I love you I love you I love you alien alien alien alien

XA Ade Putri Rahmawati

Jumlah posting : 3
Join date : 02.08.09

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: the last posting 3( - 23 agustus)

Post by XA FADLY FERBIANTO.W on Sat Aug 22, 2009 2:43 pm

1.Pendekatan keruangan merupakan suatu cara pandang atau kerangka analisis yang menekankan eksistensi ruang sebagai penekanan atau faktor utamanya.
Sedangkan pendekatan kewilayahan mencakup semua pendekatan dan lebih luas pengertiannya.

2.menganalisis fenomena alam yang terjadi dan ada hubungannya dengan manusia.
ex : untuk menganalisa dan menyiapkan penangananseringnya terjadi banjir karena hutan gundul yang 99% karena ulah manusia

XA FADLY FERBIANTO.W

Jumlah posting : 3
Join date : 21.08.09

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Answer question 3!!!

Post by XA Dedi on Sat Aug 22, 2009 2:52 pm

albino 1.The difference between "keruangan" and "kewilayahan" is
if the approach "Keruangan" To a variable or set of variables that differ from one place to the other place. And if approach "Kewilayahan".
Kewilayahan approach is a mix between keruangan approach and kelingkungan. Initially units kewilayahan identified through differensiasi area, next evaluated the relation between so that each region in the earth's land has unique characteristics that can be differentiated with other regions.
Like a Star @ heaven Like a Star @ heaven
cherry 2. Function approach Kelingkungan is so that we are closer to an environment around us, therefore we do approach kelingkungan.For example: The problem that happens is flooding and landslides in Ngroto Pujon Malang. To learn the flood kelingkungan approach can begin with the following. (1) identify the physical conditions at the location where the occurrence of floods and landslides. In the identification also needs to be done in depth, including identifying the type of soil, tropografi, plants, and animals that live in that location. (2) identify ideas, attitudes and behavior of the local community in managing the natural location. (3) identify the culture system developed to meet the needs of life (how to raise, irrigation, etc.). (4) analyze the relationship between the cultivation system with the results and the impact this has caused. (5) search for alternative solutions on the problems that occur. Mad Question Exclamation

I'm sorry if there is a mistake...tHx u Razz cyclops

XA Dedi

Jumlah posting : 4
Join date : 03.08.09

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: the last posting 3( - 23 agustus)

Post by XA RENALDI on Sat Aug 22, 2009 3:01 pm

1.perbedaan dari pendekatan keruangan dan kewilayahan :
study Pendekatan Keruangan
Pendekatan keruangan merupakan suatu cara pandang atau kerangka analisis yang menekankan eksistensi ruang sebagai penekanan. Eksisitensi ruang dalam perspektif geografi dapat dipandang dari struktur (spatial structure), pola (spatial pattern), dan proses (spatial processess) (Yunus, 1997).
Dalam konteks fenomena keruangan terdapat perbedaan kenampakan strutkur, pola dan proses. Struktur keruangan berkenaan dengan dengan elemen-elemen penbentuk ruang. Elemen-elemen tersebut dapat disimbulkan dalam tiga bentuk utama, yaitu: (1) kenampakan titik (point features), (2) kenampakan garis (line features), dan (3) kenampakan bidang (areal features).

2.Fungsi pendekatan lingkungan adalah: pendekatan lingkungan berperan penting untuk memahami fenomena geosfer, untuk dapat mempelajari hubungan makhluk hidup dengan alamnya.
ex : banyaknya ikan di sungai yang mati akibat pengolahan limbah pabrik kurang maksimal dan langsung dibuang di sungai.

XA RENALDI

Jumlah posting : 3
Join date : 22.08.09

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: the last posting 3( - 23 agustus)

Post by XA Erika Dwi Candra on Sat Aug 22, 2009 3:29 pm

The difference between spatial approach and regional approach:

Spatial approach: Pendekatan ini digunakan untuk mengetahui persebaran dalam penggunaan ruang yang telah ada dan bagaimana penyediaan ruang akan dirancang. Dalam mengkaji fenomena geografi dapat menggunakan 3 subtopik dari pendekatan keruangan, yaitu :
a. Pendekatan Topik
Pendekatan ini digunakan untuk mengkaji masalah/fenomena geografi dari topik tertentu yang menjadi pusat perhatian, misalnya tentang wabah penyakit di suatu wilayah Dengan pendekatan tersebut akan dapat diperoleh gambaran awal dari wabah penyakit yang terjadi.
b. Pendekatan Aktivitas
Pendekatan ini mengkaji fenomena geografi yang terjadi dari berbagai aktivitas yang terjadi. Misalnya hubungan mata pencaharian penduduk dengan persebaran dan interelasinya dengan gejala-gejala geosfer.
c. Pendekatan Regional
Pendekatan ini mengkaji suatu gejala geografi dan menekankan pada region sebagai ruang tempat gejala itu terjadi. Region adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang memiliki karakteristik tertentu yang khas.

Regional approach: Merupakan kombinasi antara pendekatan keruangan dan kelingkungan. Misalnya dalam mengkaji wilayah yang memiliki karakaterisitik wilayah yang khas yang dapat dibedakan satu sama lain, maka harus diperhatikan bagaimana persebarannya dengan analisis keruangan dan bagaimana interaksi antara manusia dengan lingkungan alamnya dengan analisis ekologi. Pendekatan wilayah sangat penting untuk pendugaan wilayah dan perencanaan wilayah. Dan berfungsi untuk membandingkan dua wilayah atau lebih.

The fungtion of ecological approach and the example application for respect geosfer fenomena is:
The fungtion of ecological approach: untuk menganalisis fenomena alam dan hubungannya dengan manusia serta makhluk hidup yang lain.
The example application for respect geosfer fenomena is: penebangan pohon di hutan-hutan secara liar dan manusia mengeksploitasinya secara besar-besaran. Eksploitasi terus dilakukan karena konsumsi terhadap barang-barang seperti kertas dan tissue yang tidak lain adalah hasil olahan dari kayu terus meningkat. Eksploitasi yang berlebihan dapat mengganggu keseimbangan alam. Untuk mengurangi eksploitasi hutan dapat dilakukan oleh diri kita sendiri. Yaitu dengan mengurangi penggunaan tissue dan memaksimalkan penggunaan kertas. Arti dari memaksimalkan penggunaan kertas adalah menggunakan kertas dengan sebijak mungkin, yaitu dengan menggunakan seluruh bagian kertas.
Thx………
Very Happy I love you

XA Erika Dwi Candra

Jumlah posting : 3
Join date : 02.08.09

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

HEY , THIS IS MY LAST POSTING :'(

Post by XA aureliareza on Sat Aug 22, 2009 4:37 pm

hello miss yorsi , first i want to say 'HAPPY FASTING' , i hope ALLAH SWT always bless you in your every turn Smile amien . second , i want to say good bye to you . i'll missing you my favorite geographic teacher ever Smile) . i hope after you've got your S1 can teach in sma tirto , hehe . sure ! all student will loves you very much Smile)

btw , this is my last posting about : THE DIFFRENCE OF SPATIAL APPROACH AND ECOLOGICHAL APPROACH . here is it , but i use indonesian language to easily reading :

1. Pendekatan keruangan (spatial approach)

Pendekatan analisis keruangan merupakan pendekatan khas geografi dengan mengkaji variasi fenomena alam dipermukaan bumi. Pendekatan keruangan terdiri atas pendekata topik, pendekatan aktivitas manusia, dan pendekatan regional.
Kerangka kerja analisis pendekatan keruangan bertolak dari permasalahan tentang susunan elemen-elemen pembentuk ruang. Analisis dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut :
 What ? struktur ruang apa?
 Where? Dimana struktur ruang tersebut berada?
 When? Kapanstruktur ruang tersebut dapat terbentuk seperti itu?
 How? Bagaimana proses terbentuknya struktur ruang tersebut?
 Who suffers what dan who benefits what? Bagaimana struktur ruang tersebut dapat didiayagunakan sedmikian rupa untuk kepentingan manusia?

Ada beberapa teori dalam pendekatan keruangan ini, diantaranya adalah teori difusi,yaitu mencoba menelaah perjalaran atau pemekaran fenomena dalam ruang dan dimensi waktu tertentu.Tipe difusi antara lain:

 Difusi Ekspansi (Expansion diffusion), yaitu suatu proses dimana informasi, material dan sebagainya menjalar melalui suatu populasi,dari suatu daerah ke daerah lain.
 Difusi penampungan (Relocation diffusion), merupakan proses yang sama dengan persebaran keruangan dimana informasi atau material yang didifusikan meninggalkan daerah yang lama dan berpindah atau ditampung di daerah yang baru.
 Difusi Kaskade (cascade diffusion) yaitu, proses penjalaran atau penyebaran fenomena melalui beberapa tingkat atau hierarki.[u]


2. Pendekatan lingkungan/ekologi (ecological approach)


Pendekatan ekologi/lingkungan merupakan pendekatan berdasarkan interaksi yang terjadi pada lingkungan.Pendekatan ekologi dalam geografi berkenaan dengan hubungan kehidupan manusia dengan lingkungan fisiknya.Interaksi tersebut membentuk sistem keruangan yang dikenal dengan Ekosistem.Salah satu teori dalam pendekatan atau analisi ekologi adalah teori tentang lingkungan.Geografi berkenaan dengan interelasi antara kehidupan manusia dan faktor fisik yang membentuk sistem keruangan yang menghubungkan suatu region dengan region lainnya.Adapun ekologi, khususnya ekologi manusia berkenaan dengan interelasi antara manusia dan lingkungan yang membentuk sistem ekologi atau ekosistem.
Dalam analisis ekologi, kita mencoba menelaah interaksi antara manusia dengan ketiga lingkungan tersebut pada suatu wilayah atau ruang tertentu.Dalam geografi lingkungan, pendekatan kelingkungan memiliki peranan penting untuk memahami fenomena geosfer.

after we read the sentences above , we can know the diffrence of the spatial approach and ecological appoach are : in the function and meaning . if spatial approach tell the way to make a good analysis and use many steps to make a good analysis , diffrent from ecological approach . in ecological approach we learn about the communities in ecological approach and in ecological approach we can agglomerated the specific used from every aspect .

THE RELATIONSHIP BETWEEN ECOLOGICAL APPROACH AND GEOSFER TENDENCY :
~ Without we learn ecological approach , we can't learn about the geosfer tendency . Because, both of them is a aspect to learn geosfer approach more deeper than before . The Geosfer Tendency are : Litosfere, hidrosfera, biosfera, atmosfera, and antrophosfera . For Example in Atmosfera, we know that atmosfera is a a layer above the earth . It used to keeping the earth from directly UV Sun and be earth guard while meteor will fall in earth , and make ecosistem of earth can save with atmosfer. Human and others creature at the world can feel save and guard every ecosistem and population Smile)

cheers sunny THANK YOUUU Smile))))

XA aureliareza

Jumlah posting : 4
Join date : 02.08.09
Age : 21
Lokasi : Jogjakarta

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

somethin' in my mind

Post by dwiki pranandita xa on Sat Aug 22, 2009 5:55 pm

1.pendekatan keruangan:
Pendekatan keruangan merupakan suatu cara pandang atau kerangka analisis yang menekankan eksistensi ruang sebagai penekanan. Eksisitensi ruang dalam perspektif geografi dapat dipandang dari struktur (spatial structure), pola (spatial pattern), dan proses (spatial processess)
Dalam konteks fenomena keruangan terdapat perbedaan kenampakan strutkur, pola dan proses. Struktur keruangan berkenaan dengan dengan elemen-elemen penbentuk ruang. Elemen-elemen tersebut dapat disimbulkan dalam tiga bentuk utama, yaitu: (1) kenampakan titik (point features), (2) kenampakan garis (line features), dan (3) kenampakan bidang (areal features).
Kerangka kerja analisis pendekatan keruangan bertitik tolak pada permasalahan susunan elemen-elemen pembentuk ruang. Dalam analisis itu dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut.
1. What? Struktur ruang apa itu?
2. Where? Dimana struktur ruang tesebut berada?
3. When? Kapan struktur ruang tersebut terbentuk sperti itu?
4. Why? Mengapa struktur ruang terbentuk seperti itu?
5. How? Bagaimana proses terbentukknya struktur seperti itu?
6. Who suffers what dan who benefits whats? Bagaimana struktur
Keruangan tersebut didayagunakan sedemikian rupa untuk kepentingan manusia. Dampak positif dan negatif dari keberadaan ruang seperti itu selalu dikaitkan dengan kepentingan manusia pada saat ini dan akan datang.
Pola keruangan berkenaan dengan distribusi elemen-elemen pembentuk ruang. Fenomena titik, garis, dan areal memiliki kedudukan sendiri-sendiri, baik secara implisit maupun eksplisit dalam hal agihan keruangan (Coffey, 1989). Beberapa contoh seperti cluster pattern, random pattern, regular pattern, dan cluster linier pattern untuk kenampakan-kenampakan titik dapat diidentifikasi (Whynne-Hammond, 1985; Yunus, 1989).
Agihan kenampakan areal (bidang) dapat berupa kenampakan yang memanjang (linier/axial/ribon); kenampakan seperti kipas (fan-shape pattern), kenampakan membulat (rounded pattern), empat persegi panjang (rectangular pattern), kenampakan gurita (octopus shape pattern), kenampakan bintang (star shape pattern), dan beberapa gabungan dari beberapa yang ada. Keenam bentuk pertanyaan geografi dimuka selalu disertakan dalam setiap analisisnya.
Proses keruangan berkenaan dengan perubahan elemen-elemen pembentuk ruang dana ruang. Oleh karena itu analisis perubahan keruangan selalu terkait dengan dengan dimensi kewaktuan (temporal dimension). Dalam hal ini minimal harus ada dua titik waktu yang digunakan sebagai dasar analisis terhadap fenomena yang dipelajari.


2. pendekatan kewilayahan:
Merupakan kombinasi antara pendekatan keruangan dan kelingkungan. Misalnya dalam mengkaji wilayah yang memiliki karakaterisitik wilayah yang khas yang dapat dibedakan satu sama lain (areal differentation), maka harus diperhatikan bagaimana persebarannya (analisis keruangan) dan bagaimana interaksi antara manusia dengan lingkungan alamnya (analisis ekologi). Pendekatan wilayah sangat penting untuk pendugaan wilayah (reginal forecasting) dan perencanaan wilayah (regional planning)

jadi,perbedaan antara pendekatan keruangan dan kewilayahan adalah pendekatan keruangan lebih memberatkan pada struktur-struktur,pola serta proses pada suatu wilayah sedangkan pendekatan keruangan lebih memberatkan padaperbedaan dan kesamaan karateristik wilayah dengan suatu ciri-ciri yang khas


bounce
Keberadaan geografi lingkungan tak terlepas dari masalah lingkungan, khsususnya hubungan antara pertumbuhan penduduk, konsumsi sumberdaya, dan peningkatan intensitas masalah akibat ekploitasi sumberdaya yang berlebihan. Geografi lingkungan dapat memberikan kombinasi yang kuat perangkat konseptual untuk memahami masalah lingkungan yang kompleks.

Geografi lingkungan cenderung pada geografi manusia atau intergrasi geografi manusia dan fisik dalam memahami perubahan lingkungan global. Geografi lingkungan menggunakan pendekatan holistik. Geografi lingkungan melibatkan beberapa aspek hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan. Untuk memahami masalah-masalah lingkungan tidak mungkin tanpa pemahaman proses ekonomi, budaya, demografi yang mengarah pada konsumsi sumberdaya yang meningkat dan generasi yang merosot. Kebanyakan proses tersebut kompleks dan tranasional. Solusi potensial hanya dengan memahami fungsi siklus biokimia (sirkulasi air, karbon, nitrogen, dan sebagainya) dan juga teknologi yang digunakan manusia untuk campur tangan pada siklus itu.

Atas dasar perspektif tersebut, dapat disarkan bahwa geografi lingkungan merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari lokasi dan variasi keruangan fenomena alam (fisis) maupun manusia di permukaan bumi. (Environmental geography is the scientific study ot the location and spatial variation in both physical and human phenomena of Earth) (James Hayes-Bohana
contohnya:
hasil dari pembuangan gas-gas berbahaya ke udara(green house)srperti nitrogen, yang akan mengakibatkan terjadinya global warming.

nobody's perfect,,
so,if a have a lot of mistakes when i answer this question,,
i hope you can apologize me......
Very Happy

dwiki pranandita xa

Jumlah posting : 3
Join date : 22.08.09

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: the last posting 3( - 23 agustus)

Post by XA ZENITA AVISENA on Sat Aug 22, 2009 7:48 pm

NOMOR 1
Pendekatan keruangan merupakan suatu cara pandang atau kerangka analisis yang menekankan eksistensi ruang sebagai penekanan. Eksisitensi ruang dalam perspektif geografi dapat dipandang dari struktur (spatial structure), pola (spatial pattern), dan proses (spatial processess).
Dalam konteks fenomena keruangan terdapat perbedaan kenampakan strutkur, pola dan proses. Struktur keruangan berkenaan dengan dengan elemen-elemen penbentuk ruang. Elemen-elemen tersebut dapat disimbulkan dalam tiga bentuk utama, yaitu: (1) kenampakan titik (point features), (2) kenampakan garis (line features), dan (3) kenampakan bidang (areal features).
Kerangka kerja analisis pendekatan keruangan bertitik tolak pada permasalahan susunan elemen-elemen pembentuk ruang. Dalam analisis itu dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut.
1. What? Struktur ruang apa itu?
2. Where? Dimana struktur ruang tesebut berada?
3. When? Kapan struktur ruang tersebut terbentuk sperti itu?
4. Why? Mengapa struktur ruang terbentuk seperti itu?
5. How? Bagaimana proses terbentukknya struktur seperti itu?
6. Who suffers what dan who benefits whats? Bagaimana struktur
Keruangan tersebut didayagunakan sedemikian rupa untuk kepentingan manusia. Dampak positif dan negatif dari keberadaan ruang seperti itu selalu dikaitkan dengan kepentingan manusia pada saat ini dan akan datang


Pendekatan Kewilayahan merupakan kombinasi antara analisis wilayah dengan analisis ekologi,sehingga disebut analisis kompleks wilayah. Pada analisis ini, wilayah- wilayah tertentu didekati fungsi interaksi antar wilayah akan berkembang. Pendekatan ini mengkaji tentang interaksi antara variabel manusia dengan variabel fisik lingkungannya yang saling terkait dan mempengaruhi satu sama lain.

Jadi,kesimpulan perbedaan antara pendekatan keruangan dengan pendekatan kewilayahan adalah: pendekatan keruangan dari segi nilai suatu tempat dari berbagai kepentingan, sedangkan pendekatan kewilayahan mempelajari kesamaan dan perbedaan wilayah dengan cirri khasnya.

NOMOR 2
Fungsi dari pendekatan kelingkungan adalah untuk memahami dan menganalisis fenomena geosfer, yakni: litosfer,atmosfer,biosfer,antrosfer,hidrosfer.
Contohnya adalah saat terjadi banjir atau tanah longsor, disuatu daerah, serta contoh lainnya adalah pemanasan global akibat efek rumah kaca, hal hal ini dapat dipelajari melalui pendekatan kelingkungan. Sehingga dapat diketahui apa penyebabnya, tindakan manusianya, keadaan wilayahnya, serta bagaimana penyelesaian dari permasalahan tersebut.

XA ZENITA AVISENA

Jumlah posting : 4
Join date : 03.08.09

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

first i want to say HEPY FASTING to ol

Post by XA astrindaa nilasastri on Sun Aug 23, 2009 12:17 am

maaf ngga pake bahasa inggris ha ngga tau bahasa inggris nya je haha

| Perbedaan Antara Pendekatan Keruangan dan Kewilayahan |
Karena permasalahan yang terjadi di suatu wilayah tidak hanya melibatkan elemen di wilayah itu. Permasalahan itu terkait dengan elemen di wilayah lain, sehingga keterkaitan antar wilayah tidak dapat dihindarkan. Selain itu, setiap masalah tidak disebabkan oleh faktor tunggal. Faktor determinannya bersifat kompleks. Oleh karena itu ada kebutuhan memberikan analisis yang kompleks itu untuk memecahkan permasalahan secara lebih luas dan kompleks pula.
Untuk menghadapi permasalahan seperti itu, salah satu alternatif dengan menggunakan pendekatan kompleks wilayah. Pendekatan itu merupakan kombinasi antara pendekatan keruangan dan pendekatan kelingkungan. Oleh karena sorotan wilayahnya sebagai obyek bersifat multivariate, maka kajian bersifat hirisontal dan vertikal. Kajian horisontal merupakan analisis yang menekankan pada keruangan, sedangkan kajian yang bersifat vertikal menekankan pada aspek kelingkungan. Adanya perbedaan antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain telah menciptakan hubungan fungsional antara unit-unit wilayah sehingga tercipta suatu wilayah, sistem yang kompleks sifatnya dan pengkajiannya membutuhkan pendekatan yang multivariate juga.

| Hubungan Pendekatan Kelingkungan dengan Fenomena Geosfer |
Dalam sistematika Kirk ditunjukkan ruang lingkup lingkungan geografi sebagai berikut. Lingkungan geografi memiliki dua aspek, yaitu lingkungan perilaku (behavior environment) dan lingkungan fenomena (phenomena environment). Lingkungan perilaku mencakup dua aspek, yaitu pengembangan nilai dan gagasan, dan kesadaran lingkungan. Ada dua aspek penting dalam pengembangan nilai dan gagasan geografi, yaitu lingkungan budaya gagasan-gagasan geografi, dan proses sosial ekonomi dan perubahan nilai-nilai lingkungan. Dalam kesadaran lingkungan yang penting adalah perubahan pengetahuan lingkungan alam manusianya.
Studi mandalam mengenai interelasi antara fenomena-fenomena geosfer tertentu pada wilayah formal dengan variabel kelingkungan inilah yang kemudian diangap sebagai ciri khas pada pendekatan kelingkungan. Dalam geografi lingkungan, pendekatan kelingungan mendapat peran yang penting untuk memahami fenomena geosfer. Dengan pendekatan itu fenomena geosfer dapat dipahami secara holistik sehingga pemecahan terhadap masalah yang timbul juga dapat dikonsepsikan secara baik.

XA astrindaa nilasastri

Jumlah posting : 3
Join date : 03.08.09

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Bismillahhirahmannirrohim and pasrah

Post by XA Farica on Sun Aug 23, 2009 9:26 am

1. In room phenomenon context there is difference kenampakan of strutkur, cupola and process. Room sewer structures with reference to with elements penbentuk space. The elements can be disimbulkan in three principal forms, that is: ( 1) kenampakan point ( point features), ( 2) kenampakan line ( line features), and ( 3) kenampakan area ( areal features). Room, analysis that need to be paid attention is dispersion, usage of space and space planning. In analysing money is collected [by] space data a place or region consisted of by point data ( point), area data ( areal) and line data ( line) covers road(street and regulus. Differs from region studied that is about phenomenon dispersion, force and room internal issue, interaction antar/variabel man and variable physical of its(the area which is each other related and influences one other same. Because approach of region is solidarity between approachs of room and area, hence its(the study is solidarity between both. Region approach ( region) very required in activity of System Development of Geographical Information for the agenda of Mendukung Pengembangan Infrastruktur Nasional by being based on region. Approach of region is not merely come near from administrative territory side, however also approachs of other region matching with condition of region and public economics potency which will be developed.

Besides administrative approach, there are some approach of other region, be approach of planning region, region nodal and homogen region.

Homogen region is region regarded as out of one aspek/kriteria has propertys or characteristic that is same relative. Nature and the homogen characteristics for example in the case of economics ( like district with homogeneous production and consumption sewer structures, district with level of earnings rendah/miskin, etc), geografi ( like region having the same topography or climate), religion, tribe etcetera. Region nodal ( nodal region) be region that is functionally has dependency between central ( core) and its(the abaft district ( hinterland). Level of this visible dependency from resident current, factors of production, goods and service, and or communications and transportation. Administrative territory, be region which its(the ridges is determined based on importance of adminsitrasi goverment or politics, like: province, sub-province, district, and desa/kelurahan. While planning region ( planning region or programming region) as region showing koherensi or decisions unity of economics, ecology and culture social.

Room approach, approach of area and approach of region in working it is one fully unities. This inwrought approach called as approach geografi. So phenomenon, phenomenon and problem is evaluated [by] dispersion of its(the room, interrelationship between various ecosystem units in space. application of Approach of geografi to phenomenon and problems can yield various alternative of sherardizings


2. Room is branched to to become 2 the utility :

i. Nature

a. Climatic region

b. - Area unfolds

c. - Water area

ii. Humanitarian

a. Cultural area

b. - Resident area

c. - Administration area

That all will happened interrelationship to become :

Impulse penuduk

migration

mobility

social interaction

Setlement district

setlement of hamlet

setlement of town

Living

agriculture

commerce

breeding

forestry

industry

estate

The application of his(its with phenomenon - phenomenon geosfer is

1. Phenomenon at Atmosfer

For example as follows:

o is Terjadi [by] transformation of season.

After table having an effect on is at rain season, the farmers starts

tills area of his(its.

o Bisa also haves an in with clothes type applied by resident, for example

in district is having climate cool, clothes applied by Thicks.

2. Phenomenon at Hidrosfer

For example as follows:

o Besar the so small overflow water, besides influenced by big and the duration rain

also influenced by land use by man.

If(when hilly of which ought to be made place of impregnation of water, made for

setlement, or heedless agricultural activity of its(the conservation,

hence overflow water more and more. Overflow water that is water flowing in

soil;land;ground equiamplitude surface ( run OFF).

o Besar the so small soil;land;ground cistern is influenced [by] many at least water impregnations

into soil;land;ground. This thing influenced by rock type and land cover type.

Soil;land;ground cistern also influenced by way of man to exploit it. If(when

man exploits soil water in inefficiency, hence its(the availability would

quickly [used up/finished].

3. Phenomenon at Lithosfer

For example as follows:

o Untuk lessens level of erosion, exploiting of land in oblique district is done [by]

with making sengkedan ( terrasering).

o Supaya is not happened derivation of land bearing power, hence having to strived [by]

exploiting of land by paying attention to performance of area of his(its.

4. Phenomenon at Biosfer

Faunistic and floral variety causes variety of consumption of material

food. At resident paddy producer district eats rice from rice, at district

grist applies wheat as component of make its(the food.

Existence of animal also that way, example of people Thailand applies elephant for

assists its(the work, while in Indonesia resident exploits horse,

ox and buffalo. This thing is caused by existence from the animals.

5. Phenomenon at Antroposfer

Man on the surface of ground is having immeasurable its(the custom and culture, this thing results

interaction between different residents. Resident has expertise which

different also so that happened is each other require. Resident also occupies

different place condition of its(the nature and sumberdaya, this thing causes

its(the life is also becomes having immeasurable because exploiting different nature needed

different processing and device also.

So you need to remember, scope geografi in general is same of broadness with

study object becoming study geografi, that is covering all good geosfer phenomenons of phenomenon

social nature and also phenomenon and interaction between men with its(the area.)

"Ya Allah trims udh membantuku dlm menyelesaikan ini Ya Allah atas berkat Rahmat dan hidayah-Mu.."

to : Ms.Yorsi
I hope you can give me apologize if that my answers is wrong,,
thx a lot for your attention to us, kami sadar kami melakukan byk kesalahan..selama mbk mengajar kami. dan terimakasih pula atas bimbingan dan ketulusan hati mbak dalam mengajar kami selama ini. kami sungguh merasa nyaman dan sangat bahagia pernah mendapatkan guru seperti mbak. semoga cpt lulus ya mbk and...cepet nikah..hhheheheehe dan moga tetep cemangad utk meraih tujuan mbk. THanks for all ,,,,my geography's favorite teachers !!!

XA Farica

Jumlah posting : 3
Join date : 03.08.09
Age : 22
Lokasi : Yogyakarta

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

ahha , the last postingggggggg !!!!

Post by XA NUR FIRMA YUNITA on Sun Aug 23, 2009 11:01 am

1. perbedaan pendekatan keruangan dan kelingkungan
Pendekatan keruangan merupakan suatu cara pandang atau kerangka analisis yang menekankan eksistensi ruang sebagai penekanan.
Pendekatan kelingkungan, pendekatan ini merupakan gabungan antara pendekatan keruangan dan lingkungan, maka kajiannya adalah perpaduan antara keduanya.

2. fungsi pendekatan kelingkungan :
untuk memahami fenomena geosfer
untuk dapat mempelajari hubungan makhluk hidup dengan alamnya.

Contoh aplikasinya adalah :penebangan hutan secara liar sehingga mengakibatkan bencana alam seperti banjir dan tanah longsor ,

horee,,, Laughing

XA NUR FIRMA YUNITA

Jumlah posting : 3
Join date : 02.08.09

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: the last posting 3( - 23 agustus)

Post by XA Fatmawati Dewi Muti on Sun Aug 23, 2009 11:22 am

Sleep bounce Shocked My answers at last posting are..............


1. Laughing Perbedaan pendekatan keruangan & kewilayahan :
a. Pendekatan Keruangan
Pendekatan keruangan adalah suatu cara pandang atau kerangka analisis yang menekankan eksistensi ruang sebagai penekanan. Eksistensi ruang dalam perspektif geografi dapat dipandang dari struktur (spatial structure), pola (spatial pattern), & proses (spatial processess).
Dalam konteks fenomena keruangan terdapat perbedaan kenampakan strutkur, pola dan proses. Struktur keruangan berkenaan dengan dengan elemen-elemen pembentuk ruang. Elemen-elemen tersebut dapat disimbulkan dalam tiga bentuk utama, yaitu: (1) kenampakan titik (point features), (2) kenampakan garis (line features), dan (3) kenampakan bidang (areal features).
Kerangka kerja analisis pendekatan keruangan bertitik tolak pada permasalahan susunan elemen-elemen pembentuk ruang. Dalam analisis itu dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut.
1. What? Struktur ruang apa itu?
2. Where? Dimana struktur ruang tesebut berada?
3. When? Kapan struktur ruang tersebut terbentuk sperti itu?
4. Why? Mengapa struktur ruang terbentuk seperti itu?
5. How? Bagaimana proses terbentukknya struktur seperti itu?
6. Who suffers what dan who benefits whats? Bagaimana struktur
Keruangan tersebut didayagunakan sedemikian rupa untuk kepentingan manusia. Dampak positif dan negatif dari keberadaan ruang seperti itu selalu dikaitkan dengan kepentingan manusia pada saat ini dan yang akan datang.
Pendekatan ini digunakan untuk mengetahui persebaran dalam penggunaan ruang yang telah ada dan bagaimana penyediaan ruang akan dirancang.
Pola keruangan berkenaan dengan distribusi elemen-elemen pembentuk ruang. Fenomena titik, garis, dan areal memiliki kedudukan sendiri-sendiri, baik secara implisit maupun eksplisit dalam hal agihan keruangan (Coffey, 1989). Beberapa contoh seperti cluster pattern, random pattern, regular pattern, dan cluster linier pattern untuk kenampakan-kenampakan titik dapat diidentifikasi (Whynne-Hammond, 1985; Yunus, 1989).
Agihan kenampakan areal (bidang) dapat berupa kenampakan yang memanjang (linier/axial/ribon); kenampakan seperti kipas (fan-shape pattern), kenampakan membulat (rounded pattern), empat persegi panjang (rectangular pattern), kenampakan gurita (octopus shape pattern), kenampakan bintang (star shape pattern), dan beberapa gabungan dari beberapa yang ada. Keenam bentuk pertanyaan geografi dimuka selalu disertakan dalam setiap analisisnya.
Proses keruangan berkenaan dengan perubahan elemen-elemen pembentuk ruang dana ruang. Oleh karena itu analisis perubahan keruangan selalu terkait dengan dengan dimensi kewaktuan (temporal dimension). Dalam hal ini minimal harus ada dua titik waktu yang digunakan sebagai dasar analisis terhadap fenomena yang dipelajari.
analisis yang perlu diperhatikan adalah penyebaran, penggunaan ruang dan perencanaan ruang. Dalam analisis peruangan dikumpulkan data ruang disuatu tempat atau wilayah yang terdiri dari data titik (point), data bidang (areal) dan data garis (line) meliputi jalan dan sungai.


b. Pendekatan Kewilayahan
Merupakan kombinasi antara pendekatan keruangan dan kelingkungan. Misalnya dalam mengkaji wilayah yang memiliki karakaterisitik wilayah yang khas yang dapat dibedakan satu sama lain (areal differentation), maka harus diperhatikan bagaimana persebarannya (analisis keruangan) dan bagaimana interaksi antara manusia dengan lingkungan alamnya (analisis ekologi). Pendekatan wilayah sangat penting untuk pendugaan wilayah (reginal forecasting) dan perencanaan wilayah (regional planning).
Kewilayahan, yang dikaji yaitu tentang penyebaran fenomena, gaya dan masalah dalam ruangan, interaksi antar/variabel manusia dan variabel fisik lingkungannya yang saling terkait dan mempengaruhi satu sama lainnya. Karena pendekatan kewilayahan merupakan perpaduan antara pendekatan keruangan dan kelingkungan, maka kajiannya adalah perpaduan antara keduanya.
Pendekatan keruangan, pendekatan kelingkungan dan pendekatan kewilayahan dalam kerjanya merupakan satu kesatuan yang utuh. Pendekatan yang terpadu inilah yang disebut pendekatan geografi. Jadi fenomena, gejala dan masalah ditinjau penyebaran keruangannya, keterkaitan antara berbagai unit ekosistem dalam ruang. Penerapan pendekatan geografi terhadap gejala dan permasalahan dapat menghasilkan berbagai alternatif-alternatif pemecahan.


lol! Jadi kesimpulan dari perbedaan pendekatan keruangan & pendekatan kewilayahan adalah jika pendekatan keruangan mempelajari perbedaan lokasi mengenai sifat-sifat penting atau seri sifat-sifat penting suatu ruang (struktur, pola, & proses).
Sedangkan pendekatan kewilayahan mempelajari karakaterisitik wilayah yang khas yang dapat dibedakan satu sama lain (fenomena, gaya dan masalah dalam ruangan, interaksi antar/variabel manusia dan variabel fisik lingkungannya yang saling terkait dan mempengaruhi satu sama lainnya).




2. king Dalam pendekatan ini penekanannya bukan lagi pada eksistensi ruang, namun pada keterkaitan antara fenomena geosfera tertentu dengan varaibel lingkungan yang ada. Dalam pendekatan kelingkungan, kerangka analisisnya tidak mengkaitkan hubungan antara makluk hidup dengan lingkungan alam saja, tetapi harus pula dikaitkan dengan (1) fenomena yang didalamnya terliput fenomena alam beserta relik fisik tindakan manusia. (2) perilaku manusia yang meliputi perkembangan ide-ide dan nilai-nilai geografis serta kesadaran akan lingkungan.
Dalam sistematika Kirk ditunjukkan ruang lingkup lingkungan geografi sebagai berikut. Lingkungan geografi memiliki dua aspek, yaitu lingkungan perilaku (behavior environment) dan lingkungan fenomena (phenomena environment). Lingkungan perilaku mencakup dua aspek, yaitu pengembangan nilai dan gagasan, dan kesadaran lingkungan. Ada dua aspek penting dalam pengembangan nilai dan gagasan geografi, yaitu lingkungan budaya gagasan-gagasan geografi, dan proses sosial ekonomi dan perubahan nilai-nilai lingkungan. Dalam kesadaran lingkungan yang penting adalah perubahan pengetahuan lingkungan alam manusianya.
Lingkungan fenomena mencakup dua aspek, yaitu relik fisik tindakan manusia dan fenomena alam. Relic fisik tindakan manusia mencakup penempatan urutan lingkungan dan manusia sebagai agen perubahan lingkungan. Fenomena lingkungan mencakup produk dan proses organik termasuk penduduk dan produk dan proses anorganik.
Studi mandalam mengenai interelasi antara fenomena-fenomena geosfer tertentu pada wilayah formal dengan variabel kelingkungan inilah yang kemudian diangap sebagai ciri khas pada pendekatan kelingkungan. Keenam pertanyaan geografi tersebut selalu menyertai setiap bentuk analisis geografi. Pendekatan kelingungan mendapat peran yang penting untuk memahami fenomena geosfer. Dengan pendekatan itu fenomena geosfer dapat dipahami secara holistik sehingga pemecahan terhadap masalah yang timbul juga dapat dikonsepsikan secara baik.

Fungsi dari pendekatan kelingkungan adalah digunakan untuk mengetahui keterkaitan dan hubungan antara unsur-unsur yang berada di lingkungan tertentu, yaitu :
-hubungan antar makhluk hidup
-hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungan alamnya
Contoh dari keterkaitan antar unsur misalnya petani di daerah lahan miring pasti akan melakukan kegiatan pertanian dengan sistem terrassering.



lol! lol! Thank You lol! lol!

XA Fatmawati Dewi Muti

Jumlah posting : 3
Join date : 04.08.09

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Lassst poSSt ...

Post by XA fita kristiana on Sun Aug 23, 2009 2:18 pm

..eHmm ..
cheers Finally,, it's my LasT poSt ..
TO Mrs. YoRsiii,, thanx 4 everytHing..
Okayy drunken

it's my anSwer ..
NumB oNe ////
Pendekatan keruangan merupakan metode analisis yang menekankan analisisnya pada eksistensi ruang (space) yang berfungsi mengakomodasikan kegiatan manusia. Geografi sebagai ilmu yang mempelajari geospheric phenomena menyoroti obyek dalam ruang dalam tujuh tema analisis spatial approach . Ketujuh tema analisis dalam spatial approach yaitu: lol! lol!

1. Spatial pattern analysis: penekanan utama dari analisis ini adalah pada sebaran elemen pembentuk ruang. Taraf awal adalah identifikasi mengenai aglomerasi sebarannya dan kemudian dikaitkan dengan upaya untuk menjawab geographic question.

2. Spatial structure analysis, menekankan pada proses keruangan yang biasanya divisualisasikan dengan perubahan ruang. Perubahan elemen-elemen pembentuk ruang . Demikian pula dengan analisis struktur keruangan, tugas utama yang pertama adalah mengidentifikasi susunan keruangan yang ada baru kemudian dikaitkan dengan upaya menjawab geographic question. Mengapa terjadi susunan itu dan faktor apa yang mempengaruhinya serta bagaimana susunan tersebut dapat terjadi.

3. Spatial process analysis, penekanan utama dari analisis ini adalah proses keruangan yang divisualisasikan pada perubahan ruang. Dapat dikemukakan secara kualitatif dan kuantitatif, dimensi temporal mempunyai peranan utama dalam hal ini.

4. Spatial interaction analysis menekankan pada interaksi antar ruang. Hubungan timbal balik antar ruang yang satu dengan yang lain mempunyai variasi yang sangat besar, sehingga upaya mengenali faktor-faktor pengontrol interaksi menjadi sedemikian penting.

5. Spatial organisation analysis bertujuan untuk mengetahui elemen-elemen lingkungan mana yang berpengaruh terhadap terciptanya tatanan spesifik dari elemen-elemen pembentuk ruang. Penekanan utamanya pada keterkaitan antar kenampakan yang satu dengan yang lain secara individual. Sebagai contoh kongkrit adalah adanya setting dari kota besar, kota menengah, dan kota kecil yang berada dalam satu wilayah. Perbedaan utama dengan spatial pattern analysis adalah pada visualisasi kenampakannya. Pada analisis pola, penekanan utamanya pada kekhasdan aglomerasi. Sedangkan pada analisis organisasi terletak pada keterkaitan hubungan anatar elemen dan hirarki peranan elemn secara individual. Analisis ini kebnayakan diaplikasikan pada organisasi keruangan sistem kota-kota atau sistem permukiman di suatu wilayah yang luas.

6. Spatial association analysis bertujuan untuk mengungkapkan terjadinya asosiasi keruangan antar berbagai kenampakan pada suatu ruang. Apakah ada keterkaitan fungsional atas sebaran keruangan atau gejala dengan sebaran keruangan gejala lain.

7. Spatial tendency analysis adalah suatu analisis yang menekankan pada upaya mengetahui kecenderungan perubahan suatu gejala. Hal ini dapat dilakukan berdasarkan space based analysis maupun gabungan antara space based analisis dan time based analisis.

Sedangkan ,,,,,

Pendekatan Kewilayahan, yang dikaji yaitu tentang penyebaran fenomena, gaya dan masalah dalam ruangan, interaksi antar/variabel manusia dan variabel fisik lingkungannya yang saling terkait dan mempengaruhi satu sama lainnya. Karena pendekatan kewilayahan merupakan perpaduan antara pendekatan keruangan dan kelingkungan, maka kajiannya adalah perpaduan antara keduanya.
Pendekatan keruangan, pendekatan kelingkungan dan pendekatan kewilayahan dalam kerjanya merupakan satu kesatuan yang utuh. Pendekatan yang terpadu inilah yang disebut pendekatan geografi. Jadi fenomena, gejala dan masalah ditinjau penyebaran keruangannya, keterkaitan antara berbagai unit ekosistem dalam ruang. Penerapan pendekatan geografi terhadap gejala dan permasalahan dapat menghasilkan berbagai alternatif-alternatif pemecahan.

Inn my opinion,, that the different of room approach and region approach ..



NuMb 2 //// study
Dalam geografi lingkungan, pendekatan kelingkungan mendapat peran yang penting untuk memahami fenomena geosfer. Dengan pendekatan itu fenomena geosfer dapat dipahami secara holistik sehingga pemecahan terhadap masalah yang timbul juga dapat dikonsepsikan secara baik.
Exx: limbah pabrikk yang dibuang di sungai akan mengakibatkan biota sungai mati.

Okaaay …
Its From mee …
Thanxx 4o aLL misss ..

Razz Razz Razz

XA fita kristiana

Jumlah posting : 3
Join date : 03.08.09
Age : 22
Lokasi : zzzzzzzzzzz

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: the last posting 3( - 23 agustus)

Post by xa anirawilda purba on Sun Aug 23, 2009 2:35 pm

Perbedaan dari pendekatan keruangan dan kewilayahan :
Smile Pendekatan keruangan
merupakan suatu cara pandang atau kerangka analisis yang menekankan eksistensi ruang sebagai penekanan.
Ruang yang dimaksud adalah eksistensi atau keberadaan ruang dalam perspektif geografi yang dapat dipandang dari struktur, pola dan proses.
Struktur keruangan berkenaan dengan elemen elemen pembentuk ruang. Elemen elemen tersebut dapat di simbolkan dalam tiga bentuk utama,seperti kenampakan titik. kenampakan garis ,dan kenampakan bidang.

Smile Pendekatan kewilayahan
Permasalahan yang terjadi di suatu wilayah tidak hanya melibatkan elemen di wilayah itu. Permasalahan itu terkait dengan elemen di wilayah lain, sehingga keterkaitan antar wilayah tidak dapat dihindarkan. Selain itu, setiap masalah tidak disebabkan oleh faktor tunggal. Faktor determinannya bersifat kompleks. Oleh karena itu ada kebutuhan memberikan analisis yang kompleks itu untuk memecahkan permasalahan secara lebih luas dan kompleks pula.

cyclops Fungsi pendekatan kelingkungan
pendekatan kelingkungan mendapat peran yang penting untuk memahami fenomena geosfer. Dengan pendekatan itu fenomena geosfer dapat dipahami secara holistik sehingga pemecahan terhadap masalah yang timbul juga dapat dikonsepsikan secara baik.
contoh : Sampah yang menumpuk di TPS yang tidak di pilah - pilah dapat menimbulkan gas metana yang sangat berpengaruh bagi efek rumah kaca.

mav y mbak gak pake bhs.Inggris cz gak taw bhs.Inggrisnya apa. hehhehhehe Laughing
THANK YOU..........
Tetap semangat ya mbakk..!! CAYO !! Razz

xa anirawilda purba

Jumlah posting : 4
Join date : 01.08.09

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: the last posting 3( - 23 agustus)

Post by XA INES WINDYASWARI on Sun Aug 23, 2009 6:55 pm

Arrow pendekatan keruangan
Pendekatan Keruangan
Pendekatan ini digunakan untuk mengetahui persebaran dalam penggunaan ruang yang telah ada dan bagaimana penyediaan ruang akan dirancang. Dalam mengkaji fenomena geografi dapat menggunakan 3 subtopik dari pendekatan keruangan, yaitu :
a. Pendekatan Topik
Pendekatan ini digunakan untuk mengkaji masalah/fenomena geografi dari topik tertentu yang menjadi pusat perhatian, misalnya tentang wabah penyakit di suatu wilayah dengan cara mengkaji :
- penyebab wabah penyakit (misal : virus atau bakteri)
- media penyebarannya
- proses penyebaran
- intensitasnya
- interelasinya dengan gejala-gejala lain di sekitarnya.
Dengan pendekatan tersebut akan dapat diperoleh gambaran awal dari wabah penyakit yang terjadi.
b. Pendekatan Aktivitas
Pendekatan ini mengkaji fenomena geografi yang terjadi dari berbagai aktivitas yang terjadi. Misalnya hubungan mata pencaharian penduduk dengan persebaran dan interelasinya dengan gejala-gejala geosfer.
c. Pendekatan Regional
Pendekatan ini mengkaji suatu gejala geografi dan menekankan pada region sebagai ruang tempat gejala itu terjadi. Region adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang memiliki karakteristik tertentu yang khas.


Arrow pendekatan kewilayahan
Permasalahan yang terjadi di suatu wilayah tidak hanya melibatkan elemen di wilayah itu. Permasalahan itu terkait dengan elemen di wilayah lain, sehingga keterkaitan antar wilayah tidak dapat dihindarkan. Selain itu, setiap masalah tidak disebabkan oleh faktor tunggal. Faktor determinannya bersifat kompleks. Oleh karena itu ada kebutuhan memberikan analisis yang kompleks itu untuk memecahkan permasalahan secara lebih luas dan kompleks pula.
Untuk menghadapi permasalahan seperti itu, salah satu alternatif dengan menggunakan pendekatan kompleks wilayah. Pendekatan itu merupakan kombinasi antara pendekatan yang pertama dan pendekatan yang kedua. Oleh karena sorotan wilayahnya sebagai obyek bersifat multivariate, maka kajian bersifat hirisontal dan vertikal. Kajian horisontal merupakan analisis yang menekankan pada keruangan, sedangkan kajian yang bersifat vertikal menekankan pada aspek kelingkungan. Adanya perbedaan antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain telah menciptakan hubungan fungsional antara unit-unit wilayah sehingga tercipta suatu wilayah, sistem yang kompleks sifatnya dan pengkajiannya membutuhkan pendekatan yang multivariate juga.
Kerangka umum analisis pendekatan kompleks wilayah dapat dicontohkan sebagai berikut.
Permasalahan yang dihadapi adalah bagaimana memecahkan masalah urbanisasi. Masalah itu merupakan masalah yang kompleks, melibatkan dua wilayah, yaitu wilayah desa dan kota. Untuk memecahkan masalah itu dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut.
1. menerapkan pendekatan keruangan, seperti dicontohkan pada pendekatan pertama
2. menerapkan pendekatan kelingkungan, sebagaimana dicontohkan pada pendekatan kedua
3. menganalisis keterkaitan antara faktor-faktor di wilayah desa dengan di kota
Arti Penting Pendekatan dalam Paradigma Geografi
Dalam menghampiri, menganalisis gejala dan permasalahan suatu ilmu (sains), maka diperlukan suatu metode pendekatan (approach method). Metode pendekatan inilah yang digunakan untuk membedakan kajian geografi dengan ilmu lainnya, meskipun obyek kajiannya sama. Metode pendekatan ini terbagi 3 macam bentuk pendekatan antara lain: pendekatan keruangan, pendekatan ekologi/kelingkungan dan pendekatan kewilayahan.
1. Keruangan, analisis yang perlu diperhatikan adalah penyebaran, penggunaan ruang dan perencanaan ruang. Dalam analisis peruangan dikumpulkan data ruang disuatu tempat atau wilayah yang terdiri dari data titik (point), data bidang (areal) dan data garis (line) meliputi jalan dan sungai.
2. Kelingkungan, yaitu menerapkan konsep ekosistem dalam mengkaji suatu permasalahan geografi, fenomena, gaya dan masalah mempunyai keterkaitan aspek fisik dengan aspek manusia dalam suatu ruang.
3. Kewilayahan, yang dikaji yaitu tentang penyebaran fenomena, gaya dan masalah dalam ruangan, interaksi antar/variabel manusia dan variabel fisik lingkungannya yang saling terkait dan mempengaruhi satu sama lainnya. Karena pendekatan kewilayahan merupakan perpaduan antara pendekatan keruangan dan kelingkungan, maka kajiannya adalah perpaduan antara keduanya.
Pendekatan keruangan, pendekatan kelingkungan dan pendekatan kewilayahan dalam kerjanya merupakan satu kesatuan yang utuh. Pendekatan yang terpadu inilah yang disebut pendekatan geografi. Jadi fenomena, gejala dan masalah ditinjau penyebaran keruangannya, keterkaitan antara berbagai unit ekosistem dalam ruang. Penerapan pendekatan geografi terhadap gejala dan permasalahan dapat menghasilkan berbagai alternatif-alternatif pemecahan.

taken from : http://belajar-geografi.blogspot.com/2008/05/pendekatan-geografi.html

menurut saya , perbedaan antara pendekatan keruangan dengan pendekatan kewilayahan adalah terletak pada obyek pengkajiannya. seperti tertulis di atas, bahwa pada pendekatan keruangan yang diperhatikan adalah tentang penyebaran, penggunaan ruang dan perencanaan ruang. sedangkan pada pendekatan kewilayahan, yang dikaji adalah tentang penyebaran fenomena, gaya dan masalah dalam ruangan, interaksi antar/variabel manusia dan variabel fisik lingkungannya yang saling terkait dan mempengaruhi satu sama lainnya.



Arrow fungsi pendekatan kelingkungan
melalui pendekatan kelingkungan, kita bisa lebih bisa memahami tentang fenomena geosfer, seperti
1. litosfer ( lapisan keras ) : lapisan luar dari bumi. biasa disebut kerak bumi.
2. atmosfer ( lapisan udara ) : atmosfer bawah dikenal dengan troposfer
3. hidrosfer ( lapisan air ) : berupa lautan , danau , pantai, sungai dan sawah
4. biosfer ( lapisan tempat hidup ) : terdiri atas hewan, tumbuhan dan manusia sebagai suatu komunitas
5. pedosfer ( lapisan tanah ) : lapisan batuan yang telah mengalami pelapukan, baik itu merupakan pelapukan fisik, organik, maupun kimia.



mislnya untuk mempelajari banjir (termasuk hidrosfer) dengan menggunakan pendekatan kelingkungan, lebih baik kita :
(1) mengidentifikasi kondisi fisik di lokasi tempat terjadinya banjir dan tanah longsor. Dalam identifikasi itu juga perlu dilakukan secara mendalam, termasuk mengidentifikasi jenis tanah, tropografi, tumbuhan, dan hewan yang hidup di lokasi itu.
(2) mengidentifikasi gagasan, sikap dan perilaku masyarakat setempat dalam mengelola alam di lokasi tersebut.
(3) mengidentifikasi sistem budidaya yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan hidup (cara bertanam, irigasi, dan sebagainya).
(4) menganalisis hubungan antara sistem budidaya dengan hasil dan dampak yang ditimbulkan.
(5) mencari alternatif pemecahan atas permasalahan yang terjadi.

taken from : http://belajar-geografi.blogspot.com/2008/05/pendekatan-geografi.html

FINIIIISHHHH

cheers cheers cheers
lol! Sleep drunken pig Rolling Eyes Sad study

XA INES WINDYASWARI

Jumlah posting : 4
Join date : 04.08.09

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

mY LasT posTing....

Post by XA Bening on Mon Aug 24, 2009 11:07 am

No.1
Perbedaan-perbedaan antara pendekatan keruangan dan kewilayahan, yaitu
Pendekatan keruangan merupakan suatu cara pandang atau kerangka analisis yang menekankan eksistensi ruang sebagai penekanan. Eksisitensi ruang dalam perspektif geografi dapat dipandang dari struktur (spatial structure), pola (spatial pattern), dan proses (spatial processess) (Yunus, 1997).
Dalam konteks fenomena keruangan terdapat perbedaan kenampakan strutkur, pola dan proses. Struktur keruangan berkenaan dengan dengan elemen-elemen penbentuk ruang. Elemen-elemen tersebut dapat disimbulkan dalam tiga bentuk utama, yaitu: (1) kenampakan titik (point features), (2) kenampakan garis (line features), dan (3) kenampakan bidang (areal features).

Pendekatan kewilayahan merupakan campuran antara pendekatan keruangan dan kelingkungan.Permasalahan itu terkait dengan elemen di wilayah lain, sehingga keterkaitan antar wilayah tidak dapat dihindarkan. Selain itu, setiap masalah tidak disebabkan oleh faktor tunggal. Faktor determinannya bersifat kompleks. Oleh karena itu ada kebutuhan memberikan analisis yang kompleks itu untuk memecahkan permasalahan secara lebih luas dan kompleks pula.
Untuk menghadapi permasalahan seperti itu, salah satu alternatif dengan menggunakan pendekatan kompleks wilayah. Pendekatan itu merupakan kombinasi antara pendekatan yang pertama dan pendekatan yang kedua. Oleh karena sorotan wilayahnya sebagai obyek bersifat multivariate, maka kajian bersifat hirisontal dan vertikal. Kajian horisontal merupakan analisis yang menekankan pada keruangan, sedangkan kajian yang bersifat vertikal menekankan pada aspek kelingkungan. Adanya perbedaan antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain telah menciptakan hubungan fungsional antara unit-unit wilayah sehingga tercipta suatu wilayah, sistem yang kompleks sifatnya dan pengkajiannya membutuhkan pendekatan yang multivariate juga.
Kerangka umum analisis pendekatan kompleks wilayah dapat dicontohkan sebagai berikut.

Permasalahan yang dihadapi adalah bagaimana memecahkan masalah urbanisasi. Masalah itu merupakan masalah yang kompleks, melibatkan dua wilayah, yaitu wilayah desa dan kota. Untuk memecahkan masalah itu dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut.
1. menerapkan pendekatan keruangan, seperti dicontohkan pada pendekatan pertama
2. menerapkan pendekatan kelingkungan, sebagaimana dicontohkan pada pendekatan kedua
3. menganalisis keterkaitan antara faktor-faktor di wilayah desa dengan di kota

Jadi, perbedaan antara pendekatan keruangan dan kewilayahan, yaitu jika keruangan strukturnya berkenaan dengan dengan elemen-elemen penbentuk ruang.Namun jika kewilayahan permasalahan-permasalahan yang terjadi di suatu wilayah tidak hanya melibatkan elemen di wilayah itu. Permasalahan itu terkait dengan elemen di wilayah lain.



No.2
Fungsi dari pendekatan keruangan adalah mengidentifikasi masalah-masalah yang terjadi di geosfer yang mempunyai bagian-bagian:
1.Litosfer: lapisan luar bumi atau kerak bumi.
2.Atmosfer: lapisan udara
3.Biosfer: makhluk-makhluk yang hidup di bumi.
4.Antroposfer: manusia-manusia dan budayanya.
5.Hidrosfer: berhubungan dengan air.



eapzzzz drunken thanks for your attention..... lol!

XA Bening

Jumlah posting : 3
Join date : 02.08.09

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: the last posting 3( - 23 agustus)

Post by Sponsored content Today at 5:18 am


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 1 dari 2 1, 2  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik